KREATIFITAS DAN INOVASI SEORANG WIDYAISWARA

Kreatif berasal dari bahasa inggris “create” yang berarti menciptakan, creation artinya ciptaan. Kemudian kata tersebut diadopsi kedalam bahasa Indonesia yaitu kreatif yang memiliki kemampuan untuk menciptakan atau menghasilkan sesuatu yang baru. Sedangkan proses kreatif disebut kreatifitas.

Inovatif berasal dari kata bahasa inggis “innovate” yang artinya memperkenalkan sesuatu yang baru sedangkan innovative berarti bersifat memperbarui. Kemudian kata “innovate” dan “innovative” diadopsi kedalam bahasa Indonesia dengan mengalami perubahan penulisan menjadi “inovatif” yang berarti bersifat memperkenalkan suatu yang baru. Sedangkan orang yg melakukan pembaharuan disebut “innovator”.

Zaman sudah berubah, itulah kata motivasi untuk seorang widyaiswara dalam memberikan wawasan dan informasi terkini dalam sebuah lembaga pendidikan dan pelatihan. Menjadi Widyaiswara merupakan profesi yang mulia karena seorang widyaiswara membutuhkan kesungguhan, keseriusan dan ketulusan pengabdian dari hati dalam proses belajar mengajar. Seorang widyaiswara harus amanah dalam mengemban tugasnya. Seperti namanya, Widyaiswara, yakni seseorang yang dapat memberikan panutan, contoh atau teladan kepada para pesertanya dengan bersikap arif dan bijaksana, sehingga mereka harus membimbing dan menuntun untuk menjadikan seseorang meningkat pengetahuan, keterampilan dan sikapnya dalam berpikir dan bertindak.

Pada dasarnya semua widyaiswara memiliki potensi kreatif dan inovatif namun dalam derajat yang berbeda-beda, potensi ini perlu dipupuk sejak dini agar dapat terwujud widyaiswara yang handal dan professional. Untuk itu diperlukan kekuatan-kekuatan pendorong baik dari luar lingkungan maupun dari dalam individunya sendiri untuk menjadi widyaiswara yang kreatif dan inovatif. Widyaiswara yang kreatif dan inovatif adalah bersedia dan bertanggungjawab atas keputusannya, mempunyai daya imaginative, serta menyediakan berbagai alternatif dan mampu menghasilkan ide baru ataupun rekacipta. Dengan perkataan lain, widyaiswara yang kreatif dan inovatif adalah widyaiswara yang berupaya mengembangkan daya intelek, rohani, emosi dan jasmani para peserta didiknya dengan optimum secara seimbang dan harmonis sesuai dengan kehendak falsafah pendidikan.

Widyaiswara  kreatif dan inovatif akan dapat menunjukkan kinerja yang baik, kreatif dan inovatif sebagai salah satu ciri widyaiswara professional yang mampu melaksanakan tugas secara berkesinambungan kapanpun  dan dimanapun. Kreatifitas dan inovasi merupakan sifat pribadi seorang individu yang tercermin dari kemampuannya untuk menciptakan sesuatu yang baru. Widyaiswara mempunyai peranan penting dalam keberhasilan proses belajar mengajar yang dimulai dari persiapan bahan ajar, persiapan bahan tayang, satuan acara pembelajaran dan tatap muka di depan kelas. Harapannya agar bisa meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta diklat. Namun masih banyak ditemukan widyaiswara yang belum memiliki kreatifitas dan inovasi dalam melaksanakan tugas serta fungsinya sebagai widyaiswara.

Widyaiswara yang kreatif dan inovatif ialah seorang yang berjiwa merdeka, menggunakan berbagai pendekatan pengajaran dan pembelajaran untuk menyelesaikan masalah, tidak terperangkap dengan cara kerja konvensional, berupaya mengubah sesuai konsep dengan cara yang inovatif, bersifat terbuka menerima kelemahan, tidak berputus asa dan berjiwa radikal serta mengalah dengan tekanan dari luar. Berikut adalah tujuh kebiasaan yang ditemukan pada orang-orang yang sangat inovatif dan kreatif yang dirangkum dari buku “The Myths of Innovation” karangan Scott Berkun.

  1. Kegigihan :Inovasi melibatkan lebih dari sekedar ide-ide besar. Dibutuhkan keyakinan, kerja keras dan fokus yang tajam pada hasil akhir untuk tetap bertahan pada visi kita dalam menghadapi hambatan dan rintangan. Kita cenderung untuk melihat hasil akhir dari suatu ide yang inovatif, tapi apa yang kita tidak lihat adalah tindakan, kerja keras dan ketekunan yang ada di balik layar untuk membuat visi tersebut menjadi kenyataan.“Penemuan adalah 1% inspirasi, 99% keringat”, -Thomas A. Edison –
  2. Hilangkan Kebiasaan Membatasi Diri :Di bawah sihir hambatan/rintangan, kita merasa terbatas dan terjebak. Kita perlu membebaskan diri dari pikiran-pikiran ini dengan menghilangkan asumsi dan pembatasan. Ini adalah apa yang kita maksud ketika kita mengatakan “berpikir di luar kotak”. Dorong diri kita untuk terbuka terhadap ide-ide baru dan solusi tanpa pengaturan keyakinan yang membatasi. Ingat, inovatif adalah lebih jauh tentang psikologi daripada intelektualitas.
  3. Ambil Risiko, Buatlah Kesalahan:Berpikirlah selalu bahwa beberapa ide memang akan gagal untuk proses pembelajaran. Buatlah banyak prototypes, uji cobakan pada orang-orang, kumpulkan dan umpan balik serta lakukan perubahan secara bertahap. Dibanding memperlakukan kesalahan sebagai kegagalan, anggaplah hal itu sebagai percobaan. “Percobaan adalah kegagalan yang memang diharapkan untuk secara sengaja mempelajari sesuatu.” – (Scott Berkun). Jangan menghukum diri sendiri untuk kegagalan, sebaliknya terimalah kegagalan, ambil pengetahuan yang baru didapat dan olahlah kembali untuk mencari solusi terbaik. Tetaplah berada di tujuan anda sampai menghasilkan hasil terbaik, namun tetap harus dipahami bahwa mungkin anda akan menabrak batu rintangan di sepanjang jalan.“Saya belum gagal. Saya baru saja menemukan 10.000 cara yang tidak berfungsi.”, -Thomas A. Edison – 
  4. Melarikan diri :Lingkungan kita sangat mempengaruhi apa yang kita rasakan. Semakin santai dan tenang kita secara internal, lebih mudah kita memasuki alam inovatif dalam pikiran kita. Inilah sebabnya mengapa ide-ide kadang-kadang datang kepada kita ketika berada di kamar mandi atau saat kita sendiri. Masing-masing dari kita memiliki pemicu yang berbeda untuk mengakses energi inovatif kita. Banyak pemikir besar pergi keluar berjalan-jalan untuk mencari solusi terhadap permasalahan mereka. Bereksperimenlah dan temukan apa yang bekerja baik untuk anda.
  5. Menuliskan ide-ide:Banyak inovator dan orang-orang inovatif membuat jurnal untuk menuliskan ide-ide dan pikiran mereka. Beberapa menyimpan buku sketsa, buku memo, post-it notes, atau kertas kosong. Mereka semua memiliki metode untuk menangkap pikiran mereka, untuk berpikir di atas kertas, mengatasi hambatan mereka dan memulai proses inovatif. Sebagai informasi, catatan Leonardo Da Vinci yang terkenal dibeli oleh Bill Gates seharga $ 30.8 Juta dolar.
  6. Carilah Sebuah Pola & Buat Kombinasi – Ide berasal dari ide-ide lain sebelumnya. Tahukah Anda bahwa Edison bukanlah orang pertama yang muncul dengan penemuan bola lampunya? Ia adalah orang pertama yang membangun filamen karbon yang bisa diterapkan di dalam bola kaca, yang membuat lampu lebih tahan lama. Bukalah diri anda selebar-selebarnya terhadap ide-ide baru, cari pola dan lihat bagaimana anda dapat menggabungkan ide-ide tersebut untuk memperbaiki solusi yang ada.
  7. Keingintahuan:Banyak inovator hanya sekedar orang- orang yang penasaran ingin tahu, dan ingin memecahkan masalah. Berlatihlah melihat sesuatu dengan cara berbeda. Misalnya, saat melihat solusi untuk sebuah masalah, tanyakan pada diri sendiri, “Apa sajakah cara alternatif untuk melakukan hal ini?”. Ajukan banyak pertanyaan dan tantang norma atau metode yang sudah ada saat ini. 

Orang yang kreatif dan inovatif tidak akan takut dengan semakin sempitnya lapangan kerja, karena mereka dapat menciptakan lapangan kerja untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain.

Menjadi seorang Widyaiswara yang kreatif memang tidak mudah. Diperlukan usaha lebih dalam menggali potensi sisi kreatifitas dan inovasi dari seorang widyaiswara.  Untuk menjadi widyaiswara yang kreatif dan inovatif,  Andi Yudha Isfandiyar (pemerhati anak dan pendidikan sekaligus pendongeng serta penulis buku cerita anak MIO), menggunakan prinsip “FORCHILDREN”, yaitu Fleksibel, Optimis,  Respek,  Cekatan, Humoris,  Inspiratif,  Lembut,  Disiplin,  Responsif,  Empatik, dan  Nge-friend. Prinsip lain yang dapat diterapkan adalah not only teach, but also touch”, yaitu seorang pengajar tidak hanya mengajar tetapi juga menyentuh hati para muridnya lewat uluran kasih sayangnya.

Tidak diragukan lagi bahwa sampai hari ini masih ada widyaiswara yang belum kreatif dan inovatif, selalu berbicara pengalaman dan tidak memikirkan substansi, serta media dan metode pembelajaran yang tidak ada perubahan dan mengikuti perkembangan zaman. Salah satu hal yang harus ditanamkan seorang widyaiswara yaitu komitmen dan integritas dalam perubahan sikap untuk menciptakan suasana pendidikan dan pelatihan yang berkarakter dari kreatifitas dan inovasi dalam pengajaran.

Referensi :

Anonymous.2008 :http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/03/15/inovatif/comment-page-4/#comment-45924 di akses 12 Juni 2017

           Anonymous.2009 :http://hermawayne.blogspot.com/2009/02/ciri-ciri-manusia-kreatif.html

          diakses 12 Juni 2017

Anonymous.2013 :http://www.ripiu.info/artikel/baca/pemikiran-kreatif-dan-inovatif-2#.Uxk4x4Uf7IUdi akses 7  Juni  2017

Anonymous.2013 :http://samarinda.lan.go.id/menjadi_widyaiswara_kreatif_157.htm di akses 15 Maret 2017

Anonymous.2013 :http://fatmawahyuningsih.blogspot.com/2013/02/pengertian-kreatif-dan-inovatif.html di akses 17 Juni  2017

           Anonymous.2013 :http://arisetiawan199.blogspot.com/2013/05/a.html di akses 20Juni 2017

Asfandiya, AY.2008 : Makalah Seminar bertajuk Pendidikan Motivasi + Karakter Gerbang Kesuksesan Masa Depan, di Gedung Vidya Chandra Jalan Sangkuriang Cimahi.

 

Berkun, S. 2010. The Myths of Innovation.All rights reserved. Printed in Canada

Bagikan Artikel :