Menuju Pencerahan Lebih Lanjut

Diklat Tematik mengedepankan pendekatan psiko-kultural yang bertujuan menghasilkan petani yang profesional, trampil mengelola usaha tani, menguasai pengetahuan teknis bercocok tanam, dan membangun pribadi untuk maju.

 
Belajar bersama memetakan masalah di lapangan

Pendidikan dengan model belajar “ learning by doing” para peserta memahami segala persoalan dengan mengalami berbagai realitas persoalan yang konkret.  Proses adopsi dan adaptasi kemajuan IPTEK berlangsung  secara manusiawi, karena tidak diterima secara mekanistis begitu saja.  Akan tetapi peserta diberi kemungkinan “apanya”, “bagaimananya” dan “mengapanya”.   Orientasi materi Diklat adalah mempersiapkanpara peserta yang trampil dan tangguh di lapangan dengan mendasarkan pada kesiapan secara teoritis ilmu dan teknologi di bidang pertanian.  Apa yang mereka pelajari secara teoritis mereka praktekan, apa yang sudah dipraktekkan sudah mereka serap secara teoritis.

 
Penjelasan Narasumber dalam budidaya kopi

Kesadaran secara intelegensi pun dikembangkan : mempelajari hal-hal baru, mengadaptasi teknologi yang dibutuhkan, membuat langkah-langkah kreatif atas kesulitan yang dihadapi, membuat antisipasi  ke masa depan, dan seterusnya.   Kesadaran lain yang hendak ditumbuhkan tentu adalah kekokohan rohani membangun kekuatan batin untuk menghadapi tantangan dan kesulitan hidup.
Peserta dibekali  materi mulai dari arah dan kebijakan pengembangan komoditas kopi, mengidentifikasi dan merumuskan masalah teknis dan non teknis komoditas kopi, memecahkan permasalahan di lapangan dengan tepat, menyiapkan lahan untuk tanaman kopi, pemeliharaan tanaman yaitu pemangkasan, mengidentifikasi dan mengendalikan hama dan penyakit tanaman, juga dibekali moral dan etika.

 
Pendampingan petugas dan memberikan penjelasan Organisme Pengganggu Tanaman Kopi

Model pelatihan yang mengarah pada suatu sasaran agar peserta mempunyai mentalitas yang baik disertai dengan penguasaan keterampilan praktek, yang akhirnya membawa petani untuk memperoleh produksi kopi yang optimal.

 
Motivasi Petugas kepada peserta dalam pengelolaan usahatani Kopi

Peserta sangat antusias mengikuti Diklat Tematik Tanaman Kopi, adapun tindak lanjut peserta adalah mensosialisasikan kepada anggota Kelompok Tani, pemeliharaan tanaman kopi sesuai teknologi, memasarkan hasil secara bersama, melaksanakan study banding ke daerah Dampit (penghasil kopi yang sudah kerjasama dengan eksportir), dan bersama petugas penyuluh menyusun rencana kerja.

 

Bagikan Artikel :