SEMPURNAKAN MIMPI DENGAN TEKNOLOGI

Teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang begitu pesat membutuhkan adanya inovasi dalam proses pembelajaran, salah satunya melalui metode Blended Learning. Metode Blended Learning merupakan kombinasi dua metode pembelajaran yaitu metode pembelajaran secara virtual (online) dengan metode pembelajaran secara tatap muka (offline). Selain itu, Blended learning  juga merupakan  perpaduan teknologi multimedia, video streaming, e-mail,  dan pemanfaatan media sosial. Blended learning ini diharapkan dapat menjadi solusi yang tepat sesuai dengan kebutuhan proses pembelajaran, termasuk di dalamnya kepentingan pembelajar, yang didalamnya sudah tersedia berbagai pilihan media dialog antara fasilitator dengan pembelajar (peserta diklat) agar komunikasi yang terjadi dapat lebih efektif.

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan sebagai unit pelaksana teknis diklat pertanian diharapkan dapat memaksimalkan peran tersebut dengan memperluas jangkauan transfer informasi teknologi pengetahuan, keterampilan, dan sikap bagi masyarakat pertanian dalam membangun dunia pertanian menuju ketahanan pangan yang stabil dan mandiri.  Dalam rangka pengembangan metode diklat berbasis teknologi informasi, BBPP Ketindan telah menyelenggarakan Diklat Budidaya Cabai Merah dengan metode Blended Learning. Diklat berbasis Blended Learning ini mempertimbangkan siklus Competency Based Training (CBT). Siklus ini dimulai dengan proses identifikasi kebutuhan latihan (IKL), mulai dari perencanaan (seksi program), penyelenggaraan (seksi diklat), evaluasi (seksi evaluasi pelaporan), yang difasilitasi oleh bagian umum serta widyaiswara, dan juga didukung oleh tim Blended Learning yang telah ditetapkan.

Hasil evaluasi registrasi diklat online yang dilaksanakan selama 6 (enam) hari mulai tanggal 22 – 27 Juli 2017 menunjukkan bahwa ketertarikan dan minat peserta untuk mengikuti diklat dengan metode Blended Learning cukup besar, ditandai dengan jumlah peserta sejumlah 79 orang yang melebihi target jumlah peserta yang akan dipanggil untuk mengikuti diklat tatap muka (offline) di BBPP Ketindan sejumlah 30 orang.  Selain itu, proses penjaringan peserta secara online juga dapat dijadikan sebagai solusi bagi peserta baik penyuluh pertanian atau petugas untuk mendapat kesempatan yang sama dalam mengikuti proses diklat sesuai dengan kebutuhan dan potensi wilayah masing-masing. Disamping itu, materi pembelajaran yang disampaikan secara online dapat diakses oleh masyarakat luas sehingga memungkinkan terjadinya peningkatan interaksi atau transfer teknologi yang tak terbatas.

Manfaat pelaksanaan diklat dengan metode Blended Learning juga sangat efisien, dimana dapat mengurangi jumlah hari diklat tatap muka (offline) Budidaya Cabai Merah yang seharusnya dilaksanakan selama 7 (tujuh) hari, pada akhirnya dapat dilaksanakan selama 4 (empat) hari yaitu pada tanggal 8-11 Agustus 2017.  Diklat tatap muka (offline) budidaya cabai merah diikuti oleh 30 peserta yang memenuhi persyaratan dengan pola diklat 2:1:1 (2 hari pendalaman materi, 1 hari praktek lapang, 1 hari uji kompetensi).  Uji kompetensi dilakukan sebagai bentuk evaluasi peserta terhadap pendalaman materi pada diklat tatap muka (offline)  untuk menilai kompetensi peserta dengan metode wawancara dan praktek.

Penerapan diklat dengan metode Blended Learning telah menciptakan suasana yang berbeda dalam proses pembelajaran, dimana peserta menjadi lebih semangat dan antusias yang tercermin kuat dalam setiap kegiatan diklat baik online maupun tatap muka (offline) sehingga diklat menjadi lebih efektif dan efisien. Semoga dengan adanya inovasi pembelajaran ini, BBPP Ketindan dapat memberikan pelayanan yang lebih luas dan menghasilkan forum komunikasi yang lebih interaktif serta mampu menyelenggarakan diklat yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat. “Selamat bergabung bersama kami dalam diklat blended learning berikutnya. Sempurnakan Mimpi Dengan Teknologi.” #Sundoko/Suparjo

 

Bagikan Artikel :