Telp/Fax 0341-927123 / 429725

|

Kementan Tinjau Sebaran Widyaiswara Lingkup UPT BPPSDMP

Yeniartha
Mar 18, 2025

BOGOR – Dalam rangka meningkatkan kapabilitas Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelatihan, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) c.q. Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan) melaksanakan pertemuan koordinasi penguatan widyaiswara pada 12-14 Maret 2024 lalu di Bogor.

Kegiatan yang dibuka secara langsung oleh Kepala Pusat Pelatihan Pertanian (Kapuslatan) bertujuan untuk mendiskusikan dan menyusun usulan kebutuhan jumlah formasi jabatan fungsional widyaiswara untuk masing-masing UPT Pelatihan lingkup BPPSDMP. Serta melakukan pemetaan kebutuhan formasi Widyaiswara di UPT untuk menunjang pelaksanaan pelatihan bagi aparatur dan non aparatur. Pelatihan sangat dibutuhkan untuk mendukung peningkatan kompetensi SDM Pertanian dalam tercapainya progam kementan berswasembada pangan.

Pelaksanaan kegiatan dibuka secara langsung oleh Kepala Puslatan, Inneke Kusumawaty, serta dihadiri oleh Koordinator Widyaiswara dan pejabat yang menangani program di masing-masing UPT pelatihan.

Peningkatan kompetensi SDM Pertanian tetap menjadi prioritas Kementerian Pertanian. Hal ini disampaikan oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, bahwa SDM Pertanian adalah kunci dalam mempercepat pembangunan pertanian di Indonesia khususnya dalam mencapai target swasembada pangan sesuai amanah Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Sementara itu Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa SDM memegang peranan penting dalam sektor pertanian karena menjadi faktor utama dalam peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan di Indonesia.

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Inneke Kusumawaty, dalam arahannya, menyampaikan, bahwa terjadi penumpukan widyaiswara di beberapa formasi jenjang widyaiswara di beberapa UPT akibat belum tersedianya atau penuhnya formasi peta jabatan widyaiswara tersebut.

“Hal ini mengakibatkan tersendatnya kenaikan jabatan widyaiswara di formasi tertentu, khususnya jabatan utama widyaiswara. Oleh karena itu, diperlukan perhitungan kembali sesuai dengan kebutuhan dan jumlah pelatihan yang akan dilaksanakan,”jelas Inneke.

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan turut serta dalam kegiatan pertemuan koordinasi penguatan widyaiswara yang dihadiri oleh Ketua Tim Kerja Program dan Kerjasam, dan Koordinator Widyaiswara.

Diakhir kegiatan peserta pertemuan menyepakati bahwa tindak lanjut formasi kebutuhan Widyaiswara akan dilakukan reviu oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) dan persetujuan Biro Organisasi dan Sumber Daya Manusia Aparatur Kementan. Untuk selanjutnya akan diadakan pertemuan kembali secara online dengan menyesuaikan ketersediaan waktu dari narasumber LAN. Diana Triswaningsih/ Musdalipah*

Diterbitkan di lajurpertanian.com dan megapolitannews.com

Similar Post