Madiun – Pelatihan Teknis bagi Penyuluh Pertanian Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan Angkatan IV kembali dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kapasitas penyuluh pertanian dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 21-23 Mei 2026.
Pelatihan yang berlangsung dengan metode hybrid selama tiga hari ini, terdiri atas satu hari pembelajaran daring dan dua hari pembelajaran luring. Kegiatan luring dilaksanakan di Kecamatan Babadan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur dan diikuti 10 orang penyuluh pertanian dari Kecamatan Dagangan, Dolopo, dan Gemarang.
Berbagai materi strategis diberikan dalam pelatihan tersebut, mulai dari penerapan teknologi pertanian modern, manajemen Brigade Pangan, teknik pendampingan petani, hingga adaptasi perubahan iklim.
Sebelum kegiatan dimulai, Ketua Tim Kerja BPP Babadan, Ryan, memberikan pengarahan kepada peserta. Ia menegaskan bahwa penyuluh pertanian memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan Brigade Pangan dan peningkatan produktivitas pertanian.
“Penyuluh tidak hanya menjadi penyampai teknologi, tetapi juga motivator dan pendamping petani di lapangan. Karena itu, kompetensi penyuluh harus terus ditingkatkan agar mampu menjawab tantangan pertanian saat ini,” ujarnya.
Peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai pemanfaatan alat dan mesin pertanian modern, teknologi pemupukan presisi, pengendalian organisme pengganggu tanaman, serta digitalisasi pertanian.
Selain itu, materi adaptasi perubahan iklim turut diberikan guna meningkatkan kemampuan penyuluh dalam mendampingi petani menghadapi risiko cuaca ekstrem melalui pengaturan pola tanam, penggunaan varietas tahan cekaman, dan efisiensi penggunaan air.
Menteri Pertanian Republik Indonesia, Amran Sulaiman, menegaskan bahwa penyuluh pertanian merupakan garda terdepan pembangunan pertanian nasional.
“Penyuluh harus adaptif terhadap teknologi dan mampu menjadi solusi bagi petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian,” tegas Mentan Amran.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa pelatihan menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas SDM pertanian.
“Melalui pelatihan ini, penyuluh diharapkan semakin profesional, inovatif, dan mampu mendampingi Brigade Pangan secara optimal,” ujarnya.
Peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan aktif berdiskusi mengenai berbagai tantangan pendampingan pertanian di lapangan. Melalui pelatihan ini, diharapkan penyuluh pertanian semakin siap mendukung swasembada pangan berkelanjutan serta mendorong peningkatan kesejahteraan petani. — Asep Koswara
Diterbitkan di https://megapolitannews.com/2026/05/23/penyuluh-pertanian-jadi-garda-terdepan-swasembada-pangan-melalui-pelatihan-teknis/


