Komitmen membangun aparatur sipil negara (ASN) yang berintegritas dan profesional terus diperkuat Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan. Seluruh pegawai BBPP Ketindan mengikuti sosialisasi pencegahan dan penolakan judi online sekaligus penandatanganan pakta integritas sebagai bentuk komitmen bersama menciptakan lingkungan kerja yang bersih dari praktik judi online, Kamis (3/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum penguatan kesadaran pegawai bahwa judi online bukan sekadar persoalan pribadi, tetapi dapat berdampak pada mental, keluarga, kondisi ekonomi, produktivitas, hingga integritas dan disiplin seorang ASN.
Kepala BBPP Ketindan, Nurul Qomariyah, dalam penyampaian sosialisasinya menegaskan pentingnya membangun komitmen bersama untuk menolak segala bentuk praktik judi online di lingkungan kerja. Melalui sosialisasi tersebut, pegawai diberikan pemahaman mengenai bahaya judi online, ketentuan yang melarang ASN terlibat perjudian, serta konsekuensi yang dapat diterima apabila ketentuan tersebut dilanggar.
“Judi online tidak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga dapat merusak mental, keharmonisan keluarga, kedisiplinan, dan pada akhirnya mengganggu kinerja serta integritas ASN. Karena itu, kita harus memiliki komitmen yang sama untuk mengatakan tidak terhadap judi online,” tegas Nurul.
Nurul menambahkan, bahwa larangan bagi ASN untuk terlibat dalam aktivitas yang merugikan negara maupun mengganggu integritas aparatur memiliki landasan hukum yang jelas. Di antaranya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN, serta Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS.
“PP Nomor 94 Tahun 2021 mengatur larangan bagi PNS melakukan kegiatan yang merugikan negara atau pemerintah. Pelanggaran disiplin dapat berujung pada hukuman disiplin mulai dari tingkat ringan, sedang, berat, hingga sangat berat sesuai dengan ketentuan yang berlaku,”imbuhnya. Lebih jauh, keterlibatan ASN dalam judi online juga dapat berimplikasi pada aspek hukum pidana apabila memenuhi unsur tindak pidana. Karena itu, pencegahan dan pengawasan perlu dilakukan secara bersama, tidak hanya oleh pimpinan tetapi juga oleh seluruh pegawai.
Penegasan tersebut semakin relevan menyusul langkah tegas Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman terhadap pegawai Kementerian Pertanian yang terbukti terlibat judi online.
Pada 31 Agustus 2026, Mentan Amran menyampaikan bahwa sebanyak 13 pejabat eselon Kementan dicopot secara permanen setelah terbukti melakukan pelanggaran disiplin karena terlibat judi online. “13 orang kami copot karena tidak disiplin, ikut judi online. Kami copot semua,” tegas Amran.
Mentan Amran menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk ketegasan dalam menjaga disiplin sekaligus pembinaan terhadap jajaran Kementan. Menurutnya, pimpinan memiliki tanggung jawab untuk membina pegawai agar kembali berada pada jalan yang benar dan menjadi aparatur yang baik serta menjadi teladan.
Langkah tegas tersebut menjadi pesan penting bagi seluruh jajaran Kementan bahwa integritas bukan sekadar nilai yang tertulis dalam dokumen, melainkan harus diwujudkan melalui perilaku sehari-hari, termasuk menjauhi judi online.
Komitmen tersebut juga sejalan dengan arahan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, yang menegaskan bahwa lingkungan BPPSDMP menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap judi online.
Dalam arahannya pada kegiatan pengambilan sumpah PNS dan pelantikan pejabat fungsional BPPSDMP, 1 September 2026, Idha mengingatkan seluruh jajaran untuk menjauhi praktik judi online dan menjadikan tindakan tegas yang telah dilakukan Menteri Pertanian sebagai pembelajaran bersama.
“Sebelumnya Menteri Pertanian telah mengambil tindakan tegas terhadap pegawai yang terlibat judi online. Ini harus menjadi pelajaran bagi kita semua. Di lingkungan BPPSDMP, kami menerapkan zero tolerance terhadap judi online,” tegas Idha.
Menurut Idha, integritas merupakan fondasi utama bagi ASN dalam menjalankan tugas, termasuk dalam mendampingi petani dan mengawal program pembangunan pertanian.
Sebagai Kelapa Balai, Nurul Qomariyah, mengajak seluruh pegawai BBPP Ketindan untuk tidak hanya menghindari judi online, tetapi juga membangun lingkungan kerja yang saling menguatkan.
“Judi online bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi tanggung jawab kita bersama. Mari kita saling mengingatkan dan mendukung rekan kerja untuk hidup sehat, produktif, dan berintegritas,” ujarnya.
Sebagai bagian dari penguatan komitmen, seluruh pegawai BBPP Ketindan melakukan penandatanganan pakta integritas komitmen penolakan terhadap judi online bagi ASN. Pakta tersebut menjadi pernyataan moral sekaligus bentuk kesungguhan pegawai untuk menjaga integritas diri dan nama baik institusi.
Melalui kegiatan tersebut, BBPP Ketindan menegaskan bahwa integritas merupakan kekuatan utama ASN dalam menjalankan amanah pelayanan publik. Komitmen untuk menolak judi online diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan pakta integritas, tetapi menjadi budaya kerja yang diterapkan secara konsisten oleh seluruh pegawai.


